Puisi| ZEKI RISWANDI KEESAAN Mu Ya Allah SWT keesaan Mu membentang indah maha sempurna keagungan abadi yang kekal adalah dzat tertinggi mu hakiki setiap firman Mu ya allah subhanallah kekuasaan tak tertandingi kesempurnaan tak setara oelh apa pun hamba yakin dalam agama ku dalam ibadah ku serta khusyu nya mengingat Mu dengan dzikir yang kaffah
sifatwajib Allah beserta artinya. PEMBELAJARAn TENTANG MENGHAFAL SIFAT-SIFAT WAJIB ALLAH DENGAN MENGGUNAKAN CONTOH VIDEO YANG ADA DI MEDIA YOUTUBE Disusun Guna Memenuhi Tugas UAS Mata Kuliah: Praktikum Teknologi Informasi Dosen Pengampu: Nor.Sa`id Disusun Oleh: Abdul Malik (112330) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS JURUSAN TARBIYAH / PAI 2014 PEMBELAJARA TENTANG MENGHAFAL SIFAT-SIFAT
NIATKARENA ALLAH SWT. Niat karena Allah SWT adalah melakukan segala perbuatan yang tujuannya hanya kepada Allah SWT. Atau dalam bahsa Arabnya yaitu Lillahi-Ta'ala (kepada Allah yang maha luhur) . Tujuannya adalah " Yarjuuna Rohmatahu Wayakhoofuuna Adzaabah " alias niat yang hanya berharap Rohmat Allah (ridho Allah dan surga Allah) dan
Fast Money. Contoh Puisi Alam Puisi Tentang Alam Singkat Pegunungan Semesta Alam dan Cinta Bahasa Inggris Bahasa Sunda Bahasa Jawa Anak Sekolah Alam Ciptaan Allah SWT Senja Yang Indah Keemasan cahaya di cakrawala Di ufuk barat saat hari mulai senja Terbelalak mata saat memandangnya Keindahan dari sang maha pencipta Sang surya bersiap untuk tenggelam Menjemput mesra ketenangan malam Meneguk cahaya dalam-dalam Menyempurnakan keindahan malam Lembayung indah tampak kekuningan Gradasi warna bagaikan lukisan Di sudut langit yang tipis berawan Hiasan terbesar sepanjang zaman Sang Bulan Mengusap Lukaku Senyuman manis sang bulan menyapaku Begitu indah mekarkan suasana hatiku Sejenak kuterdiam termangu Memandang indahnya yang tak pernah jemu Sinarmu terpancar mengusir gelap Menembus malam hadirkan terang Kunikmati cahayamu hangatkan malamku Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari Bulan, belailah jiwaku ini Yang begitu tegang menjalani hari Usaplah sesaknya asmara di dada ini Keringkanlah luka menganga dihati ini Bulan, memandangmu membuatku mengerti Bahwa keindahan tak harus selalu didekati Bahwa keindahan tak harus selalu dimiliki Namun hanya untuk sekedar di pandang dan dikagumi Senja, Keindahan Yang Tidak Terganti Siang mulai berganti Warna langit pun berubah menjadi jingga Burung-burung silih berganti terbang di tengah warna jingga yang kian melebur di langit sana Siapa saja yang melihatnya, akan takjub dibuatnya Waktu terus berlari Warna jingga pun terkikis secara perlahan Potongan Surga Nusantara Masih dalam renungan pagi Saat burung berkata merdu Menyanyi kicau sendu Tentang alam hari ini Disana terhampar potongan surga Terlukis dalam ranah keindahan Langit selaksa biru nan indah Awan berarak mengikuti sang angin Padi menunduk dalam kebersahajaan Terhampar diatas permadani kuning alam pesawahan Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari Inilah Indonesiaku, potongan surga yang Tuhan kirimkan kepada rakyat kita Inilah Indonesiaku, keindahan lukisan Tuhan yang tergores di kanvas negeriku Inilah Indonesiaku, hamparan keindahan yang menghias tanah airku Inilah Indonesiaku, tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan Awan Bertebaran di angkasa Putih, kelabu, dan hitam Warna -warna menawan Bergelombang mengombak-ombak Tebal dan sangat indah Bahkan sang bagaskara tak terlihat Pelangi terlihat tak penuh Karena sang selimut menutupinya Jauh disana Menyelimuti jagat raya Tebal tipis Beredar dimana-mana Indah bukan buatan Ingin rasanya memeluknya Lembut dan menawan Indah tak terperikan Sawah Sawah di bawah emas padu Padi melambai, melalai terlukai Naik suara salung serunai Sejuk di dengar, mendamaikan kalbu Sungai bersinar, menyilaukan mata Menyamburkan buih warna pelangi Anak mandi bersuka hati Berkejar-kejaran berseru gempita Langit lazuardi bersih sungguh Burung elang melayang-layang Sebatang kara dalam udara Desik berdesik daun buluh Di buai angin dengan sayang Ayam berkokok sayup udara Puisi Tentang Alam Pegunung Kokoh Gunung Terlihat gunung tinggi menjulang Di perut bumi dia terpajang Tingginya hampir menyentuh awan Kalau dipandang sungguh menawan. Kokoh gunung tak tertandingi Sebagai paku untuk bumi Agar bumil tidak terguncang Gunung-gunung menyatukan. Ladang di Gunung Di lereng-lereng gunung Banyak sawah juga ladang Terhampar menjadi pemandangan Orang kota banyak yang datang. Gemericik air tak kesudahan Dari atas jatuh berderai Mengalir ke rumah-rumah Juga mengalir ke sawah-sawah. Hutan Menyelubungi Tampak hijau kebiruan Dari jauh di pandang Itulah gunung yang menjulang Lebih kokoh daripada Karang. Hijau dari pepohonan Menyelubungi gunung Agar ketika hujan Air terserap jauh ke dalam. Cemara di Gunung Ciremai Pohon cemara datang menyambut Diantara selimut kabut Pohonnya sangat tinggi Tanpa dahan di kanan kiri. Pohon cemara di Ciremai Gunung indah di Jawa Barat Menghampar sawah amat permai Segalanya nampak hebat. Panorama Gunung Pagi Hari Udara dingin amat membeku Kamu tipis masih melayah-layah Perlahan-lahan bangkit sang surya Cahayanya menembus alam semesta. Kicau burung mulai terdengar Menemani pagi yang datang Suasana pun disemarakkan Agar manusia penuh kebahagiaan. Dari rumah-rumah penduduk Terlihat asap mulai mengepul Menanak nasi di pagi hari Untuk sarapan di pagi ini. Keindahan Kaki Gunung Di kaki gunung nun jauh disana Ada hamparan dari sawah Warnanya menghijau Menyejukkan pandangan mata. Angin semilir tiada henti Menerpa ke wajah para petani Sembari membersihkan padi Agar panen di tahun ini. Burung-burung berlarian Dari pucuk-pucuk dahan Kadang-kadang mereka menggoda Petani yang istirahat di Gubuk Tua. Puisi Tentang Alam Semesta Lukaku Diusap Sang Bulan Aku melihat senyuman manis sang bulan seakan-akan menyapaku Senyumannya terlihat sangat indah membuat hatiku serasa mekar Aku pun terdiam Memandang indah sang bulan yang tidak pernah jemu Sinarnya seakan-akan mengusir gelap malam ini Kunikmati cahayanya menghangatkan tubuh dan malamku Serta hati ini terasa bahagia karena ia menyinari malam ini Bulan, kenapa kau memandangku seperti itu? Membuatku tidak mengerti dibuatnya Bahwa setiap keindahan tidak harus senantiasa didekati Bahwa keindahan tidak harus senantiasa dimiliki Namun hanya sekedar untuk dipandang dan dikagumi dari kejauhan Kemana Perginya Alam Lestari Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru Kiri kanan sawah, tengahnya sungai Di antara gunung matahari terbit malu-malu Namun sekarang kemana? Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan Kini tanahku berwarna abu Lama kucari tanah becekku Tapi kenapa sekarang tak nampak? Cemara kehidupan tinggi menjulang Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu Mengapa bisa begitu? Sering banjir, sering longsor Di barat ada asap bikin marah tetangga Padahal dahulu tidak begitu Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih Menanggung pilu sambil tertatih Anak-anaknya nakal semua Biar dimarahi tapi tak pernah jera Puisi Tentang Alam dan Cinta Keramahan Alam Bila datang ke negeriku Kan disambut dengan alam yang hijau Dengan gunung yang menjulang Dan ombak yang berderai di lautan Burung-burung akan bernyanyi Bersiul-siul sepanjang pagi Riangnya tiada pernah berhenti Memuji robbul Izzati Bila datang ke negeriku Kan kau lihat sungai mengalir Angin-angin bersemilir Bunga mekar beribu-ribu. Pesona Alam Hijau Terperosok pada hamparan hijau Menggantung pada nuansa manja ilalang Tunggu! akan ku hirup perlahan aroma rumput ini Sebab, ku tau inilah ciptaan Tuhan yang harus kita nikmati Jauh di ufuk kehijauan Dengan dasar coklat yang menyatu pada komponen penting Berbasis kesuburan, yang terikat pada keindahan tanaman liar Sebut saja bunga Bunga menjadikan sepasang aksa siap meraih Sentuhan halus jemari mungil Siap mengabadikan momen kemekarannya Bidikan-bidikan kecil siap menjadikan momen indah untuk dikenang Sebagai hal ciptaan Tuhan yang terindah. Sabda Bumi Belum tampak mendung merenung bumi Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu Bulan tak ingin membawa tertawa manja Kala waktu enggan berkawan pada hari Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri Terhapus awan gelap melahap habis langit Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini Hitam memang menang menyerang terang Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari Bersama untaian senandung salam alam pagi. Alam Tepian Pantai Gelombang air menari-nari di tepian pantai Menyapa pasir yang dimainkan bocah-bocah pantai Gerombolan camar berterbangan di atas ombak Berharap ikan segar tersambar diparuh-paruh mereka Gelombang ombak tepian pantai mengusap kedua mata kaki Terasa dingin meresa hingga ke relung dada Ikan-ikan kecil genit menggigit telapak kaki Menambah perasaan suka berada di alam indah ini Kupandangi jauh di ufuk benang kemerahan Terasa indah di pandang mata Kurasa sinar mentari indah inilah Yang menyatukan langit biru Dan laut dengan hamparan luasnya Ya Tuhan Perkenankan kami untuk menikmati indah alam-Mu Beberapa kali lagi Sebelum raga berada di ujung lubang tanah Perkenankan kami menjaga alam indah-Mu ini Agar lestari hingga ke akhir masa. Puisi Tentang Alam Anak SD Alamku Sahabatku Alamku adalah sahabatku Tempat aku berdiam dan tinggal Dia telah banyak memberikan Apa yang aku butuhkan Jangan hujannya dia mencurahkan Segenap air yang kami butuhkan Dengan pepohonan yang dia tumbuhkan Kami menghirup kesegaran Dengan lautan yang dihamparkan Kami berlayar mencari ikan Dengan gunung-gunung menjulang Kami buat persawahan Dengan alam Tuhan memberikan Segalanya yang manusia membutuhkan Agar mereka bersyukur Jangan sampai manusia kufur Kepada-Nya kita bersujud Merendahkan diri ini Menjadi hamba yang mengerti Keagungan Ilahi Robbi. Lautan Bumi Pertiwi Terbentang luas alam negeriku Puisi ini ku berikan cinta untukmu Semilir angin di pesisir laut Menyadarkan arti sebuah keanekaragaman Rimpuh… kisahmu kini Nestapa yang kian membuncah Sadar bahwa usiamu kini sudah menua Tapi hasrat… kau selalu di genggam Pohon, danau, laut mulai mengobarkan industri alam yang baru Mengisi cinta pada perolehan yang kelak tidak menjadi kekal Nabastala berkata. Puisi Tentang Alam Ciptaan Allah SWT Alamku Kemanapun aku pergi Menjelajahi negeri ini Berbagai keindahan kunikmati Kagum ku tak pernah henti Lihatlah gunung-gunung yang menjulang Bagaimana dapat menyentuh awan Lihatlah mentari selalu terang Menghangatkan negeri sepanjang zaman Lihatlah pantai pantai Bergemuruh dengan ombaknya Terlihat mentari terbit di sana Beribu mata terpesona Lihatlah sawah-sawah yang terbentang Membuat jiwa merasa tenang Sekujur jiwa merasa damai Memandang sawah yang amat permai Betapa indahnya alamku Di negeri nusantara yang tercinta Semoga malam ini selalu terjaga Anak cucu kita mewarisinya Indonesia Tercinta Di negeriku Indonesia Terbentang pulau beribu-ribu Beraneka ragam budaya Keindahannya mengusik kalbu Di negeriku tercinta Terdapat berbagai kekayaan Dari pohon hingga permata Di daratan hingga lautan Di tanah negeriku Pohon-pohon tumbuh bahagia Bunga-bunga bermekaran senantiasa Sawah-sawah menjadikan sejahtera Hingga insan di pelosok desa Ciptaan Tuhan Awanpun berarak riang Di langit biru yang terbentang Mengembara di negeri nusantara Dari selatan hingga utara Melintasi gunung yang kokoh berdiri Lautan yang indah anugerah illahi Mendengar debur ombak di pantai Oh, hati siapakah yang tak merasa damai? Itulah negeriku yang tercinta Selalu kerindu sepanjang masa Kan kujaga selama-lamanya Hingga akhir menutup mata Pesona Desa Di pagi hari Kicauan burung tiada henti Terbang di antara bunga berseri Menghibur hati para petani Nyanyian merdu bangunkan pagi Sebagai tanda datangnya mentari Bentangan sawah sudah menanti Tuk dijamah oleh tangan petani Puisi Tentang Alam Karya Sastrawan Terbanglah Merpatiku Oleh NN Merpati sayapmu menari merajut awan Merpati sayapmu putih suci menawan Waktu terus mengalir bagai bengawan Merpati teruslah menari, teruslah kawan Mengapa matamu sayu Pelan kedipmu terhuyung huyung Samudera hidup masih merayu Merpati teruslah, teruslah mendayung Masihlah berwarna sang pelangi Masih ada merah masih ada jingga Masihlah kau harum mewangi Masihlah aku padamu bangga Hari esok sedang menunggu Hilangkan gundah, buang gerah Merpati bentangkan tawamu Usir gelisah dari jiwamu Jangan biarkan angin membawamu Tunjukkan pada semua wibawamu — Senja Di Sudut Ufuk Timur Oleh Safi’i Pagurawan Indah langit mega memerah siang berlalu tanpa pamit jenuh tua mulai tak berdaya genggam dayung bahtera rapuh, jatuh keringat mu seperti tak hampa meniti kehidupan yang sebatas asa, sayu adzan belum berlalu pandangan ketepi namun belum berujung lengah ombak seolah kesempatan Bersujud menatap, mengharap nirwana, langgam mendayu riuh camar sudah punah di telan sang senja, kayuh bahtera tak padam di tengah kelam,hanya berteman sang bayu yang bisu menyelimuti tubuh renta mu,di sudut ufuk timur kau terus berhayal kosong. Jarak demi jarak mulai lalu setiap jengkal untuk membunuh kerinduan yang di lengah kan waktu, tak tahu rejeki ini hari entah cukup entah tidak,namun senyum mu seolah menutupi beban yang begitukejam tuk di lalui. Malam ini kau pejam kan mata mu agar esok tak dilampau oleh embun. Bahtera mendayu di damping ilahi semesta saksi. Puisi Angin Dan Kemegahannya Oleh Gyasbudyanto Angin….. Begitulah kita tau akan namanya. Angin tak dapat kita rengkuh. Namun kita dapat merasakan sentuhannya. Angin bisa bermanfaat bahkan juga bersahabat. Hingga kita bisa menikmatinya. Namun …. Kemarahan angin tak dapat kita menduga. Diantara kuasanya, angin meluluh lantakan semuanya. Tanpa ada yang tersisa di hadapannya. Angin…. Bisa menjadi kabar bahagia untuk mu. Bahkan bisa menjadi kabar isu bertopeng rindu. Pahamilah…. Kabar apa yang angin bawa untuk mu. Angin….. Tetaplah akan menjadi angin. Kemana pun ia akan berhembus. Kita tak akan pernah tau arah dan tujuannya. Itu lah angin dan kemegahannya. Puisi Tentang Alam Bahasa Inggris THE SPLENDOR OF NATURE MY CLIME By Eka Setiawati The sound of the wind Begin to approach me I pause for a moment On my natural splendor The serenity and solitude Begin to close my eyes Slowly Enjoying the beautiful nature of my clime O my clime nature Make me feel welcome to be with you Enjoy the coolness and serenity Its irreplaceable charm A rhythmic crassher of wind The dancing leaves are saddled savanna What a beautiful country I am Make nature of this clime to be stunned Keep your natural world The splendor that will never be replaced Keep your country always For you Indonesia THE CRASSHER OF WAVES BEACH By Eka Setiawati I came to the beach A rumbling sound That makes me calm Will all the problems and obstacles I always look at it Beach crassher from closeness White sand and coral reefs That was swept away with the coming of the waves The time has now passed The sun began Cornering me back To prostrate to you O Allah Thank you the crassher of the beach Who always greeted me in stillness That I always wanted to get you In every day MY INCLINE ON MDPL OF BLUE FIRE By Eka Setiawati Starting from my wish From the first time, I made a hope And now missed my prayer Until now I do not believe it Giving spirit with others and willpower These legs start me With the darkness that escort me Bring simple lighting Which brings me to the top For a moment I stop this legs Looking at the right and left Only darkness and full of cliffs But this escort so to up Where I was hoping The cold night passes through my rib Throughout the body Without any warmth But I stayed on top The morning sun is now beginning to rise Seen standing on a mountain The sea of clouds that amazes me For your creation from god The natural splendor of this clime is fascinating Puisi Tentang Alam Bahasa Jawa Esuk Esuk Esuk… Esuk iki Gini, gimah, lan giman Bar sarapan nyeruput wedang Maring sawah ora ngitung wayah Tumandang ngawe buruh tani maring Bu Khadijah Mantun lan ndamel gubuk, tunggu manuk Lintang Panjer Rahina Nalikane bumi isek sepi Lintang panjer rahina wes tangi Menehi pepadangan sagung dumadi Kang wiwit gumregah ngupoyo rejeki Para among tani wes ndelidir mecaki galengan Mbok bakul sinambiworo wes sengkut makarya Poro ngulama tumungkul mengestu puja Poro santri wiridan ngaji Jago kluruk sesahutan Melu bertasbih marang pangeran Ndunyo wes gagat raniha Maringi maringi kalodangan janma ngupadi pangupa juwa Kitir Kitir iki… Isi panantangku marang wengi Sing kebacut anggone nguja sepi Dolanan swarane asu baung nggeririsi Kitir iki… Wujud pangundamanaku marang awang-awang Sing kebacut barangasan Ngrentengi lintang, nguntal rembulan Kitir iki…. Sarana gugatku marang isen-isening jagad Seng pijer royokan berkat Tan keguk njaluk ruwat Puisi Tentang Alam Bahasa Sunda Kaėndahan Alam oleh Kustian Cahya panon poė, nya’angan kana haté Hiliwirna angin nyieun tiis kana raga Tatangkalan ting garupay, nambih nyieun ėndahna alam Lemah cai negeri nu can kena ku polusi Alam ėndah nu merenah Ulah nepi ka punah Ku urang kudu dipupusti Supaya tetep asri lestari Alam Ciptaan Gusti Nu Éndah oleh Kustian Angin tiis dongkap dina poé isuk Mapagkeun panon poé isuk-isuk.. Hejona tatangkalan endag-endagan katiup angin Nuhun pisan gusti, kanikmatan sadaya anu tiasa abdi rasakeun.. Kaéndahan alam nu tos anjeun ciptakeun Janten nyata kakuasaan nu teu aya tandingan nana.. Éndahna Désa Abdi Teu Aya Duana oleh Kustian Sora manuk tina balik dahan.. Sorana ngenah jiga tembang kawih Alam éndah pinuh ku daya sima Tatangkalan hirup subur.. Sora angin nu sing hiliwir ngusapan raraga Kaéndahan alam desa abdi émang teu aya duana.. Video Puisi Gunung Fiersa Besari
Berikut ini adalah puisi bijak islami dengan judul puisi doa dalam ketaqwaan menjelaskan tentang kepasrahan kepada Allah swt dalam sujud sholat kata kata doa dalam bait puisi tema shalat tahajud yang dipublikasikan berkas puisi tentang doa dalam ketaqwaan bercerita seperti puisi kata kata bijak islam tentang kesabaran dalam kehidupan atau berkisah serupa puisi nasehat islam yang menyentuh hati tentang lebih jelasnya puisi islami tentang shalat tahajjud disimak saja puisi yang berjudul doa dalam ketaqwaan dibawah DALAM KETAQWAAN Oleh PriyoKu bersyujud di tengah malamTeriring linang air mata ketaqwaanHanya satu HidayahMu yang ku harapDengan untaian rasa syukurkuDalam duduk aku mengingatMuDalam berdiri ku sebut namaMuDalam terbaring ku berdo'a UntukMuHanya Engkaulah yang tau isi hatikuWahay zat yang maha suci....Teguhkanlah hati kamiKuatkanlah dalam setiap cobaanLuaskanlah jiwa kami dalam setiap kesabaranAgar kelak ku dapat kembaliAtas panggilanMuDalam kesucianDalam ketaqwaanSolo, 10 Agust 2021Demikianlah puisi doa dalam ketaqwaan, baca juga puisi islam agamaku dan puisi religius yang memuat doa dan tentang kebesaran Allah dihalaman lain berkas puisi.
Solo - Puisi tentang Nuzulul Quran dapat dilantunkan untuk menyambut kedatangan malam kemuliaan Nuzulul Quran. Berikut 5 contoh puisi Nuzulul Quran yang singkat, penuh harapan, dan doa baik serta dapat dijadikan sebagai Quran adalah peristiwa bersejarah dalam bulan Ramadhan yang dinantikan oleh umat Islam. Pada malam yang penuh kemuliaan ini, Al-Quran diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat menyampaikan ucapan memperingati Malam Nuzulul Quran kepada kerabat, kita juga dapat melantunkan puisi tentang Nuzulul Quran yang penuh hal-hal baik. Berikut 5 contoh puisi Nuzulul Quran yang singkat, penuh harapan, dan doa baik serta dapat dijadikan sebagai referensi. Contoh 1Puisi berjudul 'Syair Ramadhan ke-17', dikutip dari buku 'Kehilangan Kumpulan Pantun, Syair, Puisi, dan Cerpen' 2019 oleh ketujuh belas kita nantikanMalam diturunkan kitab Al-QuranMalam yang disebut Nuzulul QuranMalam yang penuh kemuliaanMalaikat Jibril menyampaikan Al-QuranPada malam Nuzulul QuranKepada Nabi Muhammad nabi pilihanSebagai pedoman dalam kehidupanMalam Nuzulul Quran mari ramaikanDengan memperbanyak segala amalanTerutama amalan membaca Al-QuranDengan mengharap ridho Ar-RahmanContoh 2Puisi berjudul 'Nuzulul Qur'an', dikutip dari buku 'Kumpulan Puisi Kebesaran-Mu Ya Allah' 2021 oleh kebesaranMu malam ini penuh keberkahanBangkitkan jiwa yang telah lama terpendamKau datangkan kecerahan di seluruh alamDengan kebesaranMu turunkan Al-QuranMalam yang penuh rahmat dan ampunanLantunan ayat-ayat suci berdentumanRasa malas ditanggalkan berlomba-lomba menuju kebaikanAku bermunajat kepadaMu tuk menggapai segala impianDengan keagunganMuMalam ini kau turunkan ayat suci menggetarkan alam sebagai tangga menuju alam kebahagiaanAlam surga yang penuh penantianDengan kalam Kau berikan Al-QuranKepada Muhammad nabi akhir zamanMukjizatMu membawa keberkahanBersama nabi Muhammad menerangi alamContoh 3Puisi berjudul 'Ramadan Ceria', dikutip dari buku 'Ramadan Ceria Tentang Segala Kisah Dalam Imaji' 2019 oleh KAB dan dengan senang hatiJanganlah berduka hatiSambutlah dengan senyumJanganlah dengan muka masamSebentar lagi bulan RamadhanJangan lupa untuk berpuasaMenahan diri dari dahaga dan sifat tercelaMari kita saling minta maaf atas perbuatan kitaUntuk apa menahan dahaga tapi berbuat maksiatSaling berbagi dan menolongOh, indahnya bulan puasa tanpa bermaksiatBulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan yang lainBulan ini sangat disambut dengan meriahBulan ini adalah bulan dimana kitab suci Al-Quran diturunkanDan setiap tanggal 17 Ramadhan diperingati sebagai hari Nuzulul QuranAtau turunnya kitab suci Al-QuranContoh 4Puisi berjudul 'Melihat Wajahmu di Yaumil Mahsyar', dikutip dari buku 'Antologi Puisi Menggapai Berkah di Tiga Kota' 2020 oleh Aminah tresno sakitMemenuhi amanahMenanjak hari-hari RamadhanBerpuasa di hari keenam belasBagai turun dari puncak tanjakanSecara perlahan hari-hari berkurangMemasuki malam Nuzulul Quran yang muliaMukjizat terbesar pedoman hidup tak tertandingiMengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahayaMenggelar peradaban memutus segala rantai penjajahanKebebasan sejati menyembah kepada Tuhan yang esaTak menyekutukanNya dengan sesuatu apapunKemudian memasuki seperti tiga terakhirMencari menunggui malam Lailatul QadarMalam diputuskannya nasibSetahun suntuk ke depanYa Allah pintaku satuMelihat wajahMuDi Yaumil MahsyarYaumul HisabJuga kamuKitaContoh 5Puisi berjudul 'Ramadhan', dikutip dari buku 'Antologi Puisi Genderang Taqwa' 2021 oleh Ita Nuriati bulan penuh ampunanYang ditunggu banyak orangMelupakanmu adalah sebuah kesalahanYang mungkin takkan bertemu di tahun depanRamadhan, bulan suci kebanggaanYang didamba setiap insanDimana pahala akan dilipatkanDan syetan dipenjarakanRamadhan, bulan penuh keberkahanYang tersurat Nuzulul QuranHari turunnya mukjizat besarKitab Al-Quran, penerang bagi seluruh alamRamadhan, bulan penuh kemuliaanMeski perut keronconganTubuh lemas gemetaranIbadah tetap ku tegakkanItulah 5 contoh puisi bertema malam Nuzulul Quran yang singkat, penuh harapan, dan doa baik serta dapat dijadikan sebagai referensi. Semoga bermanfaat, Lur!Artikel ini ditulis oleh Santo, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom. Simak Video "LPSK Tolak Permohonan Perlindungan Bripka Andry Serahkan Diri Dulu" [GambasVideo 20detik] rih/ams
puisi tentang allah swt